GUdpBSYpTSd0TSY5TUW8TSC5TA==

Meningkatkan Daya Saing Bahasa Indonesia di Kancah Internasional

Gambar: Meningkatkan Daya Saing Bahasa Indonesia di Kancah Internasional (Doc. Ist)

Penulis: Bintang Sandi Putri (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang memiliki jumlah penutur terbanyak di dunia. Lebih dari 270 juta orang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Republik Indonesia, dengan ini, Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah Internasional. Namun, kenyataan yang terjadi hingga saat ini, Bahasa Indonesia masih belum menjadi salah satu bahasa global yang diakui sebagai bahasa yang sejajar dengan bahasa-bahasa seperti Inggris, Mandarin, atau Spanyol. Oleh karena itu, kita perlu mengupayakan strategi agar Bahasa Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di kancag dunia.

Bahasa Indonesia memiliki banyak keunikan serta kekayaan yang tidak dimiliki oleh banyak bahasa lainnya. Struktur dari Bahasa Indonesia relative sederhana, tidak memberlakukan perbedaan gender dalam penggunaan kata benda, dan fleksibilitas dalam penggunaannya membuat Bahasa Indonesia mudah dipelajari oleh penutur asing. Di sisi lain, Indonesia juga merupakan negara yang kaya akan budaya juga pariwisata yang mampu menarik minat dunia terhadap Bahasa Indonesia.

Saat ini, minat belajar Bahasa Indonesia semakin meningkat di kancah internasional, khususnya di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan dan Australia. Bahkan, di beberapa universitas telah menawarkan kursus Bahasa Indonesia sebagai bagian dari program studi mereka. Hal ini merupakan peluang besar yang mesti dioptimalkan dengan baik.

Akan tetapi, meskipun memiliki potensi besar, Bahasa Indonesia tetap memiliki beberapa tantangan. Salah satu tantangan besar yang dimiliki adalah kurangnya promosi Bahasa Indonesia di tingkat global. Hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia belum bisa memaksimalkan manfaat dari adanya platform internasional untuk mempopulerkan Bahasa Indonesia, baik melalui Pendidikan, diplomasi budaya, maupun media.

Kendala lainnya adalah terbatasnya jumlah sumber untuk belajar Bahasa Indonesia yang berkualitas bagi penurut asing. Aplikasi pembelajaran, buku teks, serta konten digital yang interaktif belum banyak tersedia. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi kurang menarik jika dibandingkan dengan bahasa lain yang memiliki dukungan sumber daya pembelajaran lebih baik.

Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan daya saing Bahasa Indonesia. Beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah sebegai berikut:

Pertama, dan paling penting adalah diplomasi budaya yang harus diperkuat. Indonesia dapat memperkenalkan Bahasa Indonesia ke dunia melalui festival budaya, pameran seni, dan program pertukaran pelajar internasional.

Kedua, perlu ada peningkatan investasi dalam pendidikan dan teknologi. Pelatihan guru Bahasa Indonesia untuk penutur asing dan pembuatan aplikasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang modern dan mudah diakses akan mempermudah proses pembelajaran.

Ketiga, film, musik, dan buku berkualitas tinggi berbahasa Indonesia harus dipromosikan secara global, sehingga Bahasa Indonesia dapat menjadi bagian dari budaya populer internasional.

Keempat, meskipun bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional, diperlukan tindakan strategis untuk memanfaatkannya. Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang lebih dikenal dan dihormati di dunia dengan memperkuat diplomasi budaya, meningkatkan kualitas pendidikan bahasa, dan memanfaatkan media populer. Sebagai warga negara Indonesia, kita semua memiliki tanggung jawab dalam mendukung upaya ini untuk menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bagian penting dari identitas global.

Komentar0

Type above and press Enter to search.